Percaya deh, nggak cuma kamu yang bisa baca tulis bahasa Inggris tapi tersendat-sendat pas harus ngomong. Buka buku grammar, semua aturan jelas di kepala. Tapi pas disuruh ngomong, “How are you?” aja jadi kaku. Padahal, yang dipakai sehari-hari kan speaking, bukan nge-cek kamus terus. Nah, aplikasi di bawah ini bakal jadi senjata rahasia buat melatih speaking tanpa perlu malu-malu sama tatapan “galak” guru.

Mengapa Speaking Butuh “Treatment” Khusus

Belajar speaking itu nggak sama dengan belajar grammar. Kalau grammar seperti membangun rumah dari blueprint, speaking itu seperti latihan parkir mobil. Nggak cukup baca manualnya, harus nyetir terus sampai tangan dan kaki “ngeh” otomatis.

Apps yang fokus speaking punya satu kesamaan: mereka paksa kamu untuk ngomong, bukan cuma ngerti. Beda dengan app grammar yang biasanya cuma kasih quiz multiple choice. Ini soal repetisi, feedback, dan keberanian.

5 Aplikasi Terbaik untuk Melancarkan Speaking

1. Cambly: Ngobrol Langsung sama Native Tutor 24/7

Ini kayak punya teman ngobrol asing yang siap ditelpon kapan aja. Cambly menyediakan tutor native 24 jam nonstop. Kamu pilih tutor berdasarkan rating, hobi, atau bahkan aksen yang kamu suka. Mau ngomong 5 menit atau 1 jam, bebas.

  • Superpower: Ngobrol langsung, real-time. Salah? Langsung dikoreksi. Bingung? Langsung ditanyain.
  • Kekurangan: Harganya lumayan, sekitar $84 untuk 4 jam sebulan. Tapi bisa dibagi jadi sesi 15 menit sehari.
  • Cocok buat: Kamu yang butuh speaking untuk kerjaan, interview, atau pengen latihan intensif dengan feedback langsung.

“Cambly bikin saya sadar kalau native speaker juga nggak peduli grammar sempurna. Mereka lebih peduli kamu ngerti nggak, bukan kamu bener nggak.” – Pengguna 6 bulan

2. HelloTalk: Tukeran Bahasa Gratis

Bayangkan Tinder tapi buat belajar bahasa. Kamu cari partner yang mau belajar bahasa Indonesia, terus kalian tukeran ngobrol: 10 menit bahasa Inggris, 10 menit bahasa Indonesia. Gratis.

  • Superpower: Community besar, fitur koreksi teks dan voice message. Bisa ngomong tanpa tekanan karena kalian sama-sama learner.
  • Kekurangan: Kualitas partner nggak konsisten. Kadang ada yang ghosting atau cuma mau chat teks doang.
  • Cocok buat: Kamu yang budget tipis tapi pengen praktik autentik sama orang lokal.
Baca:  Kelemahan Aplikasi Elsa Speak Yang Jarang Dibahas: Baca Ini Sebelum Download

3. Elsa Speak: AI Coach untuk Pronunciation

Elsa itu robot yang fokus satu hal: bikin aksen kamu terdengar lebih jelas. Kamu baca kalimat, Elsa kasih skor per kata mana yang pronunciation-nya masih kacau. Dia bakal tunjukin posisi lidah, bibir, cara nafas.

  • Superpower: AI feedback instan dengan visual. Bisa latihan 10 menit sehari di kamar mandi pun jadi.
  • Kekurangan: Nggak ngajarin kamu ngomong panjang atau ngobrol alami. Cuma fokus pronunciation.
  • Cocok buat: Kamu yang udah lancar tapi sering diminta ngulang kata-kata karena pronunciation.

4. Speak: AI Conversation Partner

Speak itu chatbot tapi bisa ngomong. Kamu pilih topik (travel, work, dating), terus AI bakal ngajak ngobrol. Kamu jawab pakai suara, AI jawab balik. Kalau bingung, bisa minta bantuan terjemahan.

  • Superpower: Nggak perlu malu salah. AI nggak akan judge. Ada role-play scenario lengkap.
  • Kekurangan: Kadang respons AI masih agak kaku. Nggak bisa ganti topik secara natural kayak manusia.
  • Cocok buat: Kamu yang super pemalu dan butuh tempat aman buat ngasah respons cepat.

5. Preply: Marketplace Tutor dengan Kurikulum

Kalau Cambly itu ngobrol bebas, Preply lebih terstruktur. Kamu pilih tutor yang punya kurikulum khusus speaking (business, IELTS, daily conversation). Bisa booking paket 5-10 sesi.

  • Superpower: Sistem rating ketat, tutor punya material siap pakai. Bisa trial 1 jam murah.
  • Kekurangan: Harus commit minimal 1 jam per sesi. Nggak fleksibel buat ngobrol dadakan 15 menit.
  • Cocok buat: Kamu yang butuh improvement terukur dalam jangka waktu tertentu (misal: 3 bulan sebelum interview).

Cara Pakai Aplikasi Biar Nggak “Nyangkut”

Punya app bagus tapi nggak dipakai ya percuma. Ini ritual yang bikin kamu konsisten:

  • Set micro-target: Bukan “saya mau lancar”, tapi “saya mau 15 menit ngobrol tiap hari”.
  • Catat kata-kata baru: Abis sesi, tulis 3 kata yang baru dipake. Ulang besok.
  • Rekam diri sendiri: Setiap minggu, rekam 1 menit ngomong topik bebas. Bandingkan progress tiap bulan.
  • Cari “accountability partner”: Ajak teman pakai app yang sama, adu siapa yang paling konsisten.

Kunci speaking bukan app-nya, tapi jam terbang. 10 menit sehari selama 3 bulan lebih efektif dari 2 jam seminggu tapi cuma sebulan.

Perbandingan Cepat: Mana yang Pas Buat Kamu?

Kebutuhan Rekomendasi Utama Alternatif
Interview kerja 1 bulan lagi Cambly (fleksibel) Preply (terstruktur)
Budget nol rupiah HelloTalk Speak (freemium)
Pronunciation parah Elsa Speak Cambly + fokus pronunciation
Super pemalu Speak (AI) Elsa Speak
Butuh progress terukur Preply Cambly (paket)
Baca:  Aplikasi Kamus Bahasa Arab Terbaik: Review Google Translate Vs Almaany

Kata Penutup: Speaking Nggak Butuh Sempurna, Butuh Berani

Aplikasi ini cuma alat. Yang paling penting adalah mentalitas: ngomong dulu, benerin belakangan. Native speaker juga ngomong ngaco, tapi mereka ngomong terus. Kamu punya kelebihan: bisa belajar dari kesalahan.

Pilih satu app. Coba 7 hari. Nggak suka? Ganti. Yang penting jangan berhenti cari cara yang pas buat kamu. Speaking itu kayak naik sepeda: awalnya goyang, tapi begitu lancar, nggak akan pernah lupa.

Mulai sekarang. Buka app. Tekan tombol record. Dan ngomong apa aja yang terlintas di kepala. Kamu sudah lebih jauh 1 langkah dari orang yang masih mikir “nanti aja deh”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Kelemahan Aplikasi Elsa Speak Yang Jarang Dibahas: Baca Ini Sebelum Download

Pernah nggak sih kamu lihat iklan Elsa Speak di mana-mana, ngeliat review…

Mondly Vr Review: Sensasi Belajar Bahasa Dengan Virtual Reality, Gimmick Atau Solusi?

Belajar bahasa itu kadang bikin ngantuk dan minder. Saya pernah ngalamin itu…

Review Rosetta Stone Di Tahun 2025: Masih Relevan Atau Sudah Ketinggalan Zaman?

Pernah nggak sih kamu lihat iklan Rosetta Stone dan mikir, “Udah 2025,…

Review Super Duolingo 2025: Apakah Worth It Bayar Langganan Atau Cukup Versi Gratis?

Pernah nggak sih kamu lagi asyik belajar bahasa, mau ngejawab soal terus…