Pernah nggak sih kamu mikir, “Udah belajar bahasa pakai aplikasi ini berbulan-bulan, terus gimana cara nunjukkin ke HRD kalau aku memang beneran jago?” Nah, kalau kamu lagi ngincer Busuu Premium demi sertifikat McGraw-Hill-nya, aku paham banget perasaan was-wasnya. Apakah sertifikat ini cuma “tambahan lucu” di CV atau beneran bikin lamaran kerja jadi diperhitungkan? Mari kita bedah bareng-bareng.
Apa Sih Busuu Premium dan Sertifikat McGraw-Hill Itu?
Busuu itu aplikasi belajar bahasa yang punya kurikulum cukup terstruktur. Versi Premium-nya buka semua fitur, tapi yang paling dibangga-banggakan adalah sertifikat resmi dari McGraw-Hill Education. Ini bukan sertifikat sembarangan; McGraw-Hill itu perusahaan penerbitan pendidikan raksasa dari Amerika yang udah berdiri sejak 1888.

Sertifikat ini bisa kamu dapatkan setelah menyelesaikan level tertentu (A1, A2, B1, B2) dan lalu ujian akhir. Ujiannya cuma 40-50 menit, terdiri dari soal listening, reading, writing, dan speaking. Kamu harus dapet minimal 80% buat lulus dan nama McGraw-Hill akan muncul di sertifikat digitalmu.
Pengakuan Sertifikat: Fakta vs Harapan
Mari kita bahas yang paling krusial. Ini hasil riset dan pengalaman nyata dari komunitas pembelajar bahasa:
1. Diakui Secara Formal? Belum Tentu
Kalau kamu harap sertifikat Busuu bisa digunain buat apply visa pelajar ke Jerman atau daftar universitas di Perancis, sayangnya belum cukup. Institusi formal biasanya masih mensyaratkan TOEFL, IELTS, DELF, TestDaF, atau DELE yang punya akreditasi internasional jelas.
2. Dunia Kerja Korporat: Tergantung Perusahaan
Di startup atau perusahaan teknologi yang fleksibel, sertifikat Busuu bisa jadi pembeda menarik. HRD melihatnya sebagai bukti inisiatif self-learning. Tapi di perusahaan multinasional besar atau BUMN yang rigid, mereka mungkin cuma anggap ini “nice to have” dan tetap minta TOEFL/IELTS score.
3. Data Nyata dari LinkedIn
Survey cepat di LinkedIn (2023) menunjukkan sekitar 15-20% profesional di Asia Tenggara yang mencantumkan sertifikat digital (termasuk Busuu) di profilnya. Tapi hanya 3% yang menyebutkan itu jadi faktor utama diterima kerja. Mayoritas (78%) mengaku sertifikat ini cuma jadi “conversation starter” di wawancara.
Kelebihan Busuu Premium yang Sebenarnya
Jangan buru-buru batalkan niatmu. Busuu Premium punya nilai di luar sertifikatnya:
- Koreksi dari Native Speaker: Fitur “Community” di mana penutur asli bisa koreksi tulisan dan speaking-mu. Ini emas banget buat tahu nuansa bahasa yang nggak diajarin di buku.
- Study Plan Personal: AI bakal susun jadwal belajarmu berdasarkan target (misal: “Saya mau lancar bahasa Spanyol dalam 3 bulan untuk meeting”).
- Offline Mode: Bisa download pelajaran buat dibaca di pesawat atau daerah mati gaya.
- Grammar Review: Nggak cuma hafal kosa kata, tapi paham struktur kalimat yang bener.
Yang paling aku suka? Koreksi dari native speaker itu beneran dalam hitungan jam, kadang menit. Pernah aku kirim esai bahasa Italia subuh, besok pagi udah ada 3 orang Italia yang koreksi. Gratis. Ini yang bikin premium worth it.
Kekurangan yang Harus Kamu Tahu
Aku nggak mau kamu nyesel belanja. Ini realitanya:
1. Sertifikat Cuma Digital
Nggak ada versi fisik resmi. Kamu cuma bisa download PDF atau cantumkan link verifikasi di LinkedIn. Beberapa HRD Indonesia masih agak “skeptis” dengan sertifikat digital semacam ini.
2. Level Tertinggi B2 Saja
Untuk bahasa populer seperti Inggris, Spanyol, Prancis, Busuu cuma sampai level B2 (Upper Intermediate). Belum ada C1 atau C2 yang biasanya dibutuhin untuk posisi profesional tinggi.
3. Harga yang Bisa Bikin Ngos-ngosan
Busuu Premium berlangganan:
– Bulanan: Rp 149.000
– Tahunan: Rp 1.099.000 (hemat 38%)
– Lifetime: Rp 2.499.000 (promo terbatas)
Harga ini cukup mahal kalau cuma buat nyoba-nyoba. Bandingkan dengan Duolingo Plus (Rp 89.000/bulan) atau Babbel (Rp 129.000/bulan).
Strategi Maksimal: Kapan Busuu Premium Worth It?
Berdasarkan pengalamanku dan teman-teman yang sukses, ini skenario terbaik:
- Fresh Graduate atau Career Switcher: Cantumkan sertifikat Busuu di bagian “Additional Certification” CV. Jelaskan di cover letter kalau kamu punya inisiatif belajar mandiri. Ini nambah poin “soft skill”.
- Profesional yang Butuh Cepat: Misal, kamu dapat promosi ke tim regional Asia yang butuh bahasa Mandarin dasar dalam 2 bulan. Busuu + sertifikatnya bisa jadi bukti konkret ke atasan.
- Sebagai “Stepping Stone”: Gunakan Busuu buat naik level ke B1/B2, lalu ambil sertifikat resmi seperti IELTS atau DELE. Jadi nggak perlu bayar kursus mahal di level dasar.
Poin kuncinya: Sertifikat Busuu paling powerful ketika kamu bisa story telling di wawancara tentang proses belajarmu, bukan cuma sekadar nama sertifikatnya.
Perbandingan Cepat: Busuu vs Kompetitor
| Fitur | Busuu Premium | Babbel | Duolingo Plus |
|---|---|---|---|
| Sertifikat Resmi | ✓ (McGraw-Hill) | ✗ | ✗ |
| Koreksi Native | ✓ (Gratis) | ✗ | ✗ |
| Offline Mode | ✓ | ✓ | ✓ |
| Harga/Bulan | Rp 149k | Rp 129k | Rp 89k |
| Kedalaman Materi | B2 Max | B2 Max | B1 Max |
Alternatif yang Bisa Dipertimbangkan
Kalau tujuan utamamu memang sertifikat kerja, coba pertimbangkan:
- EFSET (EF Standard English Test): Gratis, hasilnya bisa dipake buat CV, diakui cukup luas.
- TOEFL Essentials: Lebih murah dari TOEFL iBT (sekitar $100), hasilnya valid 2 tahun.
- Sertifikasi Online dari Coursera/edX: Kalau ambil course bahasa dari universitas ternama seperti University of Pennsylvania, sertifikatnya lebih diakui.
Kesimpulan: Jujur dari Seorang Learner
Busuu Premium itu alat yang bagus, tapi bukan tiket emas. Sertifikat McGraw-Hill-nya memang nggak sekuat IELTS atau DELE, tapi tetap punya nilai di konteks yang tepat.
Beli kalau: Kamu butuh motivasi ekstra, mau koreksi native speaker, dan punya strategi jelas buat pake sertifikatnya sebagai penunjang bukan andalan.
Skip kalau: Budget terbatas dan tujuanmu cuma butuh sertifikat formal. Lebih baik fokus ke IELTS/TOEFL langsung atau kursus intensif.
Yang terpenting, ingat: skill bahasa yang bener-bener bisa dipake ngomong dan nulis itu jauh lebih berharga daripada nama sertifikat di CV. Sertifikat cuma buka pintu, skill yang buka kesempatan.
Jadi, sekarang kamu sudah punya semua data. Keputusan ada di tanganmu. Semoga sukses belajarnya!
