Sebagai karyawan, ngomongnya sih “pengin improve English skill”, tapi realitanya? Pulang kerja udah malas, otak udah ngadat, ngeliat harga course langsung pengin nangis. Cakap dan English Academy ngejual mimpi yang sama: belajar bahasa Inggris fleksibel untuk profesional. Tapi mana yang beneran worth it? Saya coba keduanya—pakai uang sendiri, bukan endorse—biar kamu nggak salah pilih.
Kenapa Platform Khusus Karyawan Itu Penting?
Sebelum masuk perbandingan, pahami dulu: belajar bahasa Inggris sebagai karyawan itu beda sama pelajar. Kamu butuh efisiensi, bukan cuma murah. Butuh mentor yang ngerti konteks kantoran, bukan ngajari “this is a pen” mulu.
Kelas malam yang fleksibel itu bukan bonus—itu non-negotiable. Karena boss tiba-tiba minta lembur? Kamu harus bisa reschedule tanpa drama. Sistem yang ngerti kehidupan kita yang nggak bisa diprediksi itu adalah fitur utama, bukan sekedar gimmick.

Cakap: The Good, The Bad, and The Price Tag
Cakap terkenal dengan iklannya yang agresif dan “buy 20 sessions get 20 free”. Tapi harga promo bukan cuma harga. Saya beli paket 40 sesi 30 menit dan habis sekitar Rp 3.2 juta setelah diskon. Kalkulasinya: Rp 80.000 per jam. Masih terjangkau, tapi…
Kualitas Mentor: Hit and Miss
Di Cakap, kamu bisa pilih mentor native atau lokal. Saya coba keduanya. Mentor native (mostly Filipina) biasanya lebih energetik, tapi kadang nggak ngerti konteks Indonesia. Mentor lokal? Ada yang outstanding, ada yang kayak baca modul aja.
- Native Mentor: Accen bagus, tapi penjelasan grammar bisa membingungkan karena nggak bisa terjemahin ke bahasa Indonesia. Cocok buat yang udah intermediate.
- Local Mentor: Ngerti struggle kita, tapi levelnya variatif. Saya pernah dapat mentor yang ngajarnya monotone, kayak ngantor.
Sistem rating Cakap membantu, tapi mentor top selalu fully booked. Mau mentor tertentu? Booking seminggu sebelumnya minimum. Fleksibel? Ya, tapi nggak untuk pilihan mentor.
Modul: Struktur yang Kaku Tapi Jelas
Cakap punya kurikulum yang sangat terstruktur: Business English, Presentation, Negotiation. Bagus buat yang butuh arah jelas. Tapi kaku. Mau fokus latihan interview? Harus lewati modul yang nggak relevan dulu. Sistemnya kayak sekolah, bukan konsultasi.
English Academy: The Underdog dengan Harga Lebih Mahal
English Academy (EA) kurang nge-blast iklan, tapi punya komunitas setia. Saya coba paket 12 sesi 60 menit seharga Rp 4.5 juta. Itu artinya Rp 375.000 per jam. Jauh lebih mahal dari Cakap. Tapi kenapa masih banyak yang loyal?
Kualitas Mentor: Consistently Good
Di EA, semua mentor adalah full-time employee, bukan freelancer. Mereka training-nya ketat dan punya SOP yang jelas. Saya dapat mentor yang sama selama 3 bulan, dia beneran inget progress saya. Perbedaannya: personalization.
Mentor di EA juga lebih paham konteks profesional Indonesia. Mereka banyak yang pernah kerja di korporat. Minta bantuan revisi email ke client? Mereka beneran bantu edit, bukan cuma “good job, next.”
Fleksibilitas: Reschedule Mudah, Tapi…
EA punya kebijakan reschedule yang super santai: bisa H-1 bahkan H sama hari kalau ada alasan darurat. Tapi ada batas: maksimal 2x reschedule per paket. Jadi nggak bisa di-abuse. Sesi 60 menit juga lebih satisfying daripada 30 menit Cakap yang baru warming up udah selesai.
Head-to-Head Comparison: Spesifikasi Jelas
| Fitur | Cakap | English Academy |
|---|---|---|
| Harga per Jam | Rp 80.000 – 120.000 | Rp 300.000 – 375.000 |
| Durasi Sesi | 30 menit (bisa combine) | 60 menit (fixed) |
| Tipe Mentor | Freelance (Native & Local) | Full-time Employee (Local) |
| Fleksibilitas | Tinggi (reschedule unlimited) | Menengah (reschedule 2x/paket) |
| Konteks Korporat | General Business | Deep Indonesian Corporate |
| Waktu Booking | Real-time, mentor terbatas | Fixed schedule, mentor terjamin |
Kelebihan dan Kekurangan: Mana yang Sesuai Kamu?
Cakap: Murah tapi Butuh Usaha Lebih
Kelebihan:
- Harga ramah kantong, cocok buat pemula yang cuma mau coba-coba
- Bisa beli sedikit dulu (paket 5 sesi)
- Aplikasi user-friendly, nggak ribet
- Native speaker akses mudah
Kekurangan:
- Kualitas mentor variatif, butuh trial and error
- 30 menit terlalu cepat selesai
- Kurikulum kaku, susah customize
- Mentor top susah booking
“Pakai Cakap itu kayak beli mystery box. Bisa dapet barang bagus, bisa nggak. Tapi harganya memaafkan.”
English Academy: Mahal tapi Worth It untuk Tertentu
Kelebihan:
- Kualitas mentor konsisten dan accountable
- Sesi 60 menit lebih efektif untuk deep practice
- Personalization tinggi, mentor inget progress
- Perfect untuk intermediate ke atas yang butuh spesifik feedback
Kekurangan:
- Harga bisa bikin sakit hati
- Commitment lebih besar (paket minimal 12 sesi)
- Nggak ada native speaker (kalau ini dealbreaker buat kamu)
“EA itu kayak beli iPhone. Mahal, tapi kamu tahu persis apa yang kamu dapat. Nggak ada surprise negatif.”
Rekomendasi Berdasarkan Profil Karyawan

Kamu Pemula (A2-B1) dengan Budget Terbatas → Cakap
Mulai aja dulu. Paket 20 sesi cukup buat bangun kebiasaan. Fokus ke mentor local dulu, cari rating tinggi. Nanti kalau udah naik level, consider pindah.
Kamu Intermediate (B1-B2) yang Butuh Improve Spesifik → English Academy
Kalau kamu udah ngerti grammar tapi stuck di fluency, EA worth setiap rupiahnya. Minta mentor bantu role-play presentasi atau latihan interview. Harganya mahal, tapi ROI-nya cepat kalo kamu dapati promosi gara-gara English skill.
Kamu Sibuk Tapi Mau Native Speaker → Cakap (dengan strategi)
Booking mentor native seminggu sebelumnya. Pilih slot weekend pagi (banyak yang available). Pastiin kamu udah prepare materi biar 30 menit itu maksimal.
Kamu Manager yang Butuh Executive Presence → English Academy
Di level ini, accent kurang penting, tapi clarity dan confidence everything. Mentor EA bisa bantu nuance bahasa Indonesia ke Inggris yang proper. Seringkali salah paham di meeting itu bukan karena grammar, tapi cultural context.
Pro Tips: Maksimalkan Investasimu
Biaya mahal atau murah jadi nggak penting kalau kamu nggak serius. Ini cara saya bikin setiap rupiah terasa value-nya:
- Prepare sebelum sesi: Tulis 3 goal spesifik. Contoh: “Hari ini aku mau latih pronunciation ‘th’ dan presentasi 2 menit tentang project.” Nggak ada yang namanya “ngobrol aja.”
- Rekam sesi: Minta izin mentor, rekam via Zoom. Playback untuk identify pattern kesalahanmu. Seringkali kita nggak sadar ngulang error yang sama.
- Buat error log: Catat setiap kali mentor koreksi. Review sebelum sesi berikutnya. Mentor akan notice effortmu dan jadi lebih engaged.
- Manfaatkan reschedule: Jangan jadi alasan males. Tapi kalau emang ada urgent work, reschedule jangan absen. Absen = burn money.
Kesimpulan: Nggak Ada yang Sempurna, Tapi Ada yang Tepat
Pilih Cakap kalau kamu self-driven, budget-conscious, dan punya waktu buat trial-error cari mentor cocok. Pilih English Academy kalau kamu butuh guaranteed quality, punya budget, dan serius dengan tujuan spesifik.
Yang paling penting: jangan tunggu perfect platform. Saya kenal orang yang beli EA 12 sesi cuma pakai 8 karena “sibuk”. Saya juga kenal yang pakai Cakap tapi progress cepat karena disiplin. Platform cuma alat. You are the driver.
Nggak ada yang namainvestasi bodoh kalau kamu commit. Pilih yang paling bikin kamu nyaman buka aplikasi minggu depan. Karena yang paling mahal adalah course yang kamu beli tapi nggak pernah selesai. Good luck!