Pernah nggak sih kalian ngeliat iklan kursus bahasa Inggris online, pengen banget daftar, tapi langsung ilfil begitu lihat harganya? “Duapuluh juta untuk tiga bulan? Mending beli motor baru!” Begitu kira-kira reaksi saya tiap kali. Tapi ada satu metode yang bikin saya mutuskan buat ngeluarin duit: Lingoda Marathon dengan janji refund 100%. Iya, kamu bacanya bener. Ikut kelas, selesaikan tantangan, duit balik lagi utuh. Terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan? Saya juga awalnya skeptis. Tapi setelah ikut marathon Bahasa Inggris 30 kelas dalam dua bulan, ini semua pengalaman jujur saya.
Apa Itu Lingoda Marathon dan Kenapa Bikin Heboh?
Lingoda itu platform kursus bahasa daring dengan guru asli (native speakers). Konsep Marathon-nya sederhana: kamu ikuti jumlah kelas tertentu dalam periode waktu tertentu, dan kalau komitmenmu 100%, mereka kembalikan semua uang yang kamu bayar.
Ada tiga paket utama:
- Sprint: 15 kelas dalam dua bulan, refund 50%
- Super Sprint: 30 kelas dalam dua bulan, refund 100%
- Marathon: 30/60/90 kelas dalam 3-4 bulan, refund 100%

Tantangan sebenarnya ada di aturan mainnya. Absen nggak boleh lebih dari 1 kelas. Datang terlambat lebih dari 10 menit dihitung absen. Ikut kelas tapi kamera mati dan nggak partisipasi? Bisa-bisa dianggap nggak valid. Mereka ngasih satu kelas trial gratis buat nyobain sistemnya, tapi setelah bayar, kamu harus siap komit penuh.
Pengalaman Nyata di Kelas Virtual
Saya daftar Super Sprint bahasa Inggris. Bayar sekitar €299 (waktu itu sekitar Rp 5 jutaan). Setiap hari saya punya kelas 25 menit atau 60 menit, mul jam 6 pagi sampai 11 malam bisa dipilih. Fleksibilitas ini yang bikin saya jatuh cinta. Ada hari saya ambil kelas 7 pagi sebelum kerja, ada hari saya ambil jam 9 malam setelah anak tidur.
Kualitas guru sangat bervariasi. Ada guru dari Amerika Serikat yang super energik, pake props, bikin permainan. Ada juga guru dari Inggris yang kalem tapi sangat detail ngoreksi grammar. Sayangnya, ada juga yang terasa seperti robot baca PowerPoint. Dari 30 kelas saya, sekitar 70% guru-nya amazing, 20% standar, dan 10% yang bikin ngantuk.
Materinya mengikuti kurikulum CEFR (A1 sampai C2). Setiap kelas punya topik spesifik: “Discussing Future Plans”, “Negotiating in Business”, atau “Expressing Opinions”. Materi bisa diunduh sebelum kelas, dan semua kelas direkam buat direview ulang. Kelasnya kecil, maksimal 5 orang. Ini jadi safe space buat ngobrol tanpa rasa malu.
Kelebihan yang Bikin Nagih
Beberapa hal bikin Lingoda Marathon benar-benar beda dari aplikasi gratis atau kelas tradisional:
- Guru Native 24/7 Beneran ada guru dari seluruh dunia. Mau latian aksen British atau American? Pilih sendiri jadwalnya. Tersedia kelas setiap jam, literally.
- Kelas Mikro Maksimal 5 siswa. Nggak ada tempat buat ngumpet. Kamu dipaksa ngomong, dan itu yang paling dibutuhkan pembelajar Indonesia.
- Kurikulum Terstruktur Nggak asal ngobrol. Ada learning path jelas. Saya naik level dari B1 ke B2 dalam dua bulan karena intensitasnya.
- Refund Motivasi Super Ini bukan soal uangnya aja. Ini tentang komitmen. Bayangin loss aversion-nya: “Rp 5 juta bakal hilang kalau bolos!” Tiba-tiba semangat bangun pagi nggak perlu alarm 5 kali.
- Certificate Resmi Tiap selesai level, dapat sertifikat CEFR yang diakui secara internasional. Bisa ditambahin ke CV atau LinkedIn.
Kekurangan yang Harus Dipertimbangkan
Sebelum tergiur refund, dengar dulu realita pahitnya:
- Burnout adalah Ancaman Nyata 30 kelas dalam 60 hari itu artinya hampir setiap hari ngajar. Ada minggu saya ngerasa otaknya penuh, mulutnya kaku. Kalau lagi sibuk kerja atau kuliah, ini bisa jadi sumber stres.
- Lotere Guru Kamu nggak bisa pilih guru tetap. Walaupun bisa favoritkan, jadwal mereka nggak selalu pas. Kadang harus coba guru baru yang belum tentu cocok dengan gaya belajarmu.
- Refund Bukan Hal Mudah Aturannya sangat ketat. Sakit keras? Butuh surat dokter. Internet mati? Harus bukti dari provider. Mereka benar-benar audit setiap absen. Dari teman-teman yang ikut, hanya 30% yang beneran dapet refund penuh.
- Harga Awal Tinggi Meski bisa balik, tetap saja kamu harus keluar uang besar di depan. Rp 5 juta untuk banyak orang itu bukan jumlah kecil.
- Fokus pada Speaking Kalau tujuanmu akademik (baca: butuh TOEFL tertentu), ini kurang cukup. Grammar dasar diajarkan, tapi nggak deep-dive.
Bandingkan Dulu Sebelum Daftar
Biar nggak salah pilih, ini perbandingan cepat:
| Fitur | Lingoda Marathon | Duolingo/Gratis | iTalki Private | Kelas Offline |
|---|---|---|---|---|
| Harga Efektif | Rp 0 (kalau refund) – Rp 5 juta | Rp 0 | Rp 150-300rb/jam | Rp 3-7 juta/level |
| Fleksibilitas | Sangat Tinggi (24/7) | Sangat Tinggi | Menengah | Rendah (jadwal tetap) |
| Interaksi Manusia | Kelompok Kecil (5 orang) | Tidak Ada | Private 1-on-1 | Kelas Besar (10-20) |
| Motivasi | Sangat Tinggi (Refund) | Rendah | Menengah | Menengah |
| Kualitas Guru | Bervariasi (Terverifikasi) | AI/Bot | Bervariasi (Pilih Sendiri) | Bervariasi (Lokal) |
Siapa yang Paling Cocok untuk Marathon?
Ini bukan untuk semua orang. Kamu akan sukses kalau:
Kamu adalah tipe self-motivated tapi butuh external pressure. Kamu sibuk, jadwal nggak tentu, tapi bisa komitmen 30-60 menit setiap hari. Kamu sudah punya dasar (minimal A2) dan fokusnya improve fluency speaking, bukan grammar teoritis. Kamu siap ambil risiko finansial demi disiplin.
Kalau kamu masih nol banget (total beginner), mending ambil paket biasa dulu. Kalau tujuanmu TOEFL 600+ atau IELTS 8.0, cari kursus spesialisasi. Kalau nggak suka ngomong sama sekali, ini bakal jadi siksaan.
Tips Anti-Gagal Dapat Refund
Dari pengalaman pahit manis, ini ritual yang harus dilakukan:
- Plotting Jadwal di Awal Begitu bayar, langsung booking 70% jadwalmu. Jangan tunggu minggu demi minggu. Pilih waktu yang paling konsisten (misal: tiap Selasa-Kamis jam 7 malam).
- Siapkan Backup Internet Punya paket data seluler cadangan. Satu kali internet mati bisa buang €299. Percaya deh, ini investasi penting.
- Partisipasi Maksimal Nyalakan kamera. Jawab pertanyaan. Jangan pernah jadi murid yang paling senyap. Guru bisa laporan partisipasimu.
- Catat Setiap Kelas Buat spreadsheet sederhana: tanggal, guru, topik, nilai. Ini jadi bukti kalau ada dispute tentang absen.
- Libur Strategis Kamu punya 1 “free pass” untuk absen. Simpan untuk emergency. Jangan buang di awal bulan karena males.
Warning Penting: Jangan pernah cancel kelas kurang dari 7 jam sebelum jadwal. Itu dihitung absen langsung. Selalu reschedule, bukan cancel. Reschedule bisa dilakukan sampai 12 jam sebelum kelas.
Verdict Akhir: Apakah Saya Dapat Refund?
Saya dapat 100% refund tepat 14 hari setelah marathon selesai. Uang masuk ke kartu kredit tanpa drama. Tapi saya tahu teman yang gagal karena sakit dua hari tanpa surat dokter. Ini bukan scam, tapi sistem yang sangat ketat.
Lingoda Marathon worth it kalau kamu butuh shock therapy bahasa. Dua bulan intensif bikin lidah lancar dan rasa malu ilang. Tapi kalau kamu cari pengalaman belajar yang santai dan menyenangkan, ini bakal terasa seperti lari marathon beneran: melelahkan.
Intinya: jangan ikut karena tergiur refund doang. Ikut karena kamu butuh hasilnya. Refund itu bonus, bukan tujuan utama. Kalau mindsetnya cuma “gratisan”, kemungkinan besar kamu bakal stress dan gagal. Tapi kalau mindsetnya “investasi diri dengan safety net”, ini bisa jadi salah satu keputusan terbaik dalam perjalanan belajarmu.