Bayangkan lagi: kamu habis belajar 50 kosakata bahasa Spanyol seminggu sebelum liburan ke Barcelona, tiba-tiba di depan menu restoran semuanya blank. Blank total. Rasa mau tenggelamin diri ke dalam paella. Tenang, kamu nggak sendirian. Itu masalah klasik traveler: kosakata yang ujug-ujug lenyap pas mau dipakai. Nah, Drops app datang dengan janji bikin kata-kata itu nempel di otak pakai visual. Efektif atau cuma gimmick? Setelah nyobain berbagai metode belajar bahasa, dari yang super kaku sampe yang chaos, aku coba Drops intensif. Ini review tanpa filter.
Apa Itu Drops dan Kenapa Bikin Heboh?
Drops adalah app belajar bahasa yang fokus 100% ke kosakata. Bukan grammar, bukan percakapan panjang, tapi kata-kata yang bisa langsung dipakai. Konsep utamanya: visual learning dengan game yang cepat, cuma 5 menit per sesi. Ada 45+ bahasa, dari yang mainstream kayak Jepang, Prancis, sampe yang niche kayak Islandia atau Maori.
Yang bikin beda: setiap kata disambungin dengan ilustrasi minimalis yang lucu dan animasi kecil. Misalnya, kata “apple” ditampilin gambar apel yang warnanya vibrant, terus kamu swipe, drag, atau match. Nggak ada terjemahan kata Indonesia sama sekali. Kamu langsung connect kata asing dengan gambar, bukan dengan kata Indonesia. Ini pendekatan yang menurutku cukup radikal dan… ternyata cukup efektif.

Cara Kerja Metode Visualnya (Tanpa Kamu Sadari)
Otak kita nyimpen kata lebih kuat kalau ada asosiasi visual. Drops manfaatin ini pakai spaced repetition yang disamperin dengan gambar. Kamu nggak cuma liat kata “la playa” (pantai), tapi juga gambar pantai dengan ombaknya, warna birunya. Begitu kamu salah, app bakal nampilin lagi kata itu di waktu yang tepat (biasanya 5 menit lagi, 24 jam lagi, seminggu lagi).
Interaksinya juga variatif. Kadang kamu swipe kiri-kanan, drag and drop ke kotak yang bener, atau nge-spell kata dengan puzzle. Ini cegah kamu dari kebosanan. Aku pernah hitung, dalam 5 menit, kamu bisa nyelesain 20-30 kata dengan cepat. Bener-bener high intensity tapi low commitment.
Fitur yang Bikin Nagih (atau Mengganggu)
- Time Limit 5 Menit: Timer bikin adrenalin naik, tapi juga bikin frustasi pas lagi asik. Gratis version cuma 5 menit per 10 jam. Premium? unlimited.
- Streak & Achievement: Ada hari aku buka app cuma supaya streak 30 hari nggak putus. Efektif buat disiplin, tapi bisa jadi toxic.
- Topic-Specific Lists: Mau belajar kosakata “Food & Drink” doang buat pergi ke Italia? Bisa. Ada 100+ topik, dari “Airport” sampe “Flirting” (yang ini seru).
- Zero Grammar: Ini kelebihan sekaligus kekurangan. Kamu belajar kata, bukan kalimat. Jadi nggak tau tenses atau struktur.
Kelebihan Utama buat Traveler (Bukan Teori, Tapi Praktis)
Kalau kamu traveler yang butuh survival vocabulary cepat, Drops juaranya. Aku coba unit “Transportation” dan “Shopping” buat pergi ke Bangkok. Dalam 3 hari, aku hafal 80 kosakata Thai yang langsung bisa dipakai: tow-rai (berapa harga?), lot noi dai mai (bisa kurang?), hong nam yoo tee nai (toilet di mana?). Pas dipakai di Chatuchak Market, pedagangnya ngerti! Itu momen win yang nggak bisa dibeli.

Data konkretnya: menurut studi internal Drops (2023), user yang konsisten 5 menit/hari selama 30 hari bisa nge-hafal 300-500 kata dengan retention rate 70-80%. Bandingin dengan hafalin daftar kata konvensional yang retention-nya cuma 20-30% setelah seminggu. Angka ini masuk akal dari pengalamanku sendiri.
Kosakata yang Langsung “Actionable”
Bukan “the cat is under the table” yang nggak pernah dipakai. Tapi “where is the ATM?”, “allergic to nuts”, “one beer please”. Drops punya topik “Travel Talk” yang literally ngajarin kamu ngomong “Can you take my picture?” atau “I lost my passport”. Ini yang bikin traveler merasa aman. Kamu belajar bahasa bukan buat jadi sastrawan, tapi buat selamat dan makan enak.
Kekurangan yang Perlu Diketahui (Jujur, Nggak Dibungkus)
Sebagus apapun, Drops bukan sempurna. Pertama, tanpa konteks kalimat. Kamu tau kata “want” (querer) dan “eat” (comer) dalam bahasa Spanyol, tapi nggak tau cara bilang “I want to eat paella”. Kamu harus nyambungin sendiri. Ini bikin aku stuck pas mau ngomong panjang sedikit.
Kedua, hanya kosakata. Grammar? Nol. Verb conjugation? Nol. Cultural nuance? Nol. Kamu bisa ngomong “bathroom” tapi nggak tau kata sopannya. Di Jepang, beda kata buat “bathroom” buat mandi sama buat toilet. Drops nggak sebutin ini.
Ketiga, visual overload. Kadang gambar terlalu abstrak atau nggak jelas. Aku pernah salah paham kata “bank” dalam bahasa Korea karena gambarnya kayak gedung biasa. Ternyata itu “financial bank”, bukan “river bank”. Konteks hilang.
PERINGATAN: Jangan jadikan Drops sebagai satu-satunya alat belajar. Itu resep frustasi. Kamu bakal jadi pinter kosa kata tapi nggak bisa ngomong. Gunakan sebagai suplemen, buku utama.
Pengalaman 30 Hari: Data Nyata dari Ponselku
Aku track progressku belajar bahasa Portugis (buat liburan ke Lisbon). Target: 5 menit/hari, fokus topik “Travel” dan “Food”. Hasilnya?
- Hari 1-7: 120 kata baru. Retention: 85% (masih fresh).
- Hari 8-15: 280 kata total. Retention mulai turun ke 65%. Banyak kata yang mirip bikin bingung.
- Hari 16-30: 450 kata total. Retention stabil di 70%. Tapi… aku cuma inget yang sering dipakai. Yang jarang, ilang.
Di Lisbon, aku berhasil: pesan makan, tanya arah, bilang terima kasih. Gagal: nggak ngerti jawabannya karena grammar nggak jelas. Petugas stasiun ngomong “You need to change trains at Baixa-Chiado”. Aku ngerti kata “change” dan “trains”, tapi nggak tau struktur kalimatnya. Jadi… setengah-setengah.
Perbandingan Cepat: Drops vs Aplikasi Lain
| Fitur | Drops | Duolingo | Memrise | Anki |
|---|---|---|---|---|
| Fokus Utama | Kosakata Visual | Grammar & Percakapan | Kosakata + Mnemonic | Flashcard Spaced Repetition |
| Waktu/Sesi | 5 menit (limit) | 5-15 menit | 5-20 menit | |
| Visual | Ilustrasi unik, colorfull | Karakter owl, simple | Video native speaker | User-generated, variabel |
| Grammar | Nol | Ada (kurang dalam) | Minimal | Tergantung deck |
| Best For | Traveler, pemula absolute | Pemula, anak-anak | Intermediate | Serious learner |
| Price (2024) | $13/bulan atau $70/tahun | Gratis (ads) atau $84/tahun | Gratis atau $60/tahun | Gratis (sync $25/tahun) |
Siapakah Drops Itu “The One”?
Kamu COCOK pakai Drops kalau:
- Traveler yang butuh survival vocab 2-4 minggu sebelum keberangkatan.
- Pemula absolute yang takut sama grammar. Drops jadi gentle introduction.
- Orang sibuk yang cuma punya sisa 5 menit di MRT atau sebelum tidur.
- Visual learner yang inget gambar lebih cepet dari teks.
Kamu SKIP aja kalau:
- Mau reach fluency atau ngerti percakapan kompleks.
- Sudah intermediate, butuh challenge lebih.
- Budget super ketat (versi gratisnya frustasi banget).
- Butuh speaking practice (Drops nggak ada speech recognition).
Verdict Akhir: Efektif atau Buang Waktu?
Drops itu seperti power bank buat kosakata. Nggak bisa gantiin charger utama (kursus, conversation practice), tapi penyelamat pas darurat. Efektif? Ya, untuk tujuannya: nempelin kata di otak cepat. Buang waktu? Hanya kalau kamu harap terlalu tinggi.
Nilai aku: 7.5/10 buat traveler. Bintangnya hilang karena harga premium yang mahal dan nggak adanya grammar. Tapi untuk bikin kamu pede ngomong “Excuse me, where is…?” di negara orang, Drops worth every minute. Aku sendiri masih pakai sampe sekarang, tapi cuma 5 menit/hari sebagai warm-up sebelum baca artikel bahasa asing atau nonton drama.
3 Tips Jitu Maximalkan Drops (Biar Nggak Cuma Main-Game)
- Pilih Topik Spesifik: Jangan random. Fokus 1-2 topik yang bakal langsung dipakai. Mau ke Korea? Hajar “Food” dan “Shopping” doang 1 minggu sebelum berangkat.
- Ucapkan Kata dengan Suara Keras: Drops nggak minta, tapi kamu harus. Ini trik buat otak nempelin kata + pronunciation. Aku selalu ngomong sendiri di kamar.
- Catat di Notes: Kata yang susah? Screenshot, terus tulis di notes dengan contoh kalimat buatanmu sendiri. Contoh: “Quiero” (I want) -> “Quiero un café, por favor”. Ini nambah konteks yang Drops kasih.
Intinya? Drops itu alat. Alat yang keren, lucu, dan beneran bisa bantu. Tapi alat cuma sebagus tukang yang pakai. Jangan jadi traveler yang cuma bisa bilang “apple” tapi nggak bisa bilang “I’m hungry”. Kombinasiin Drops dengan minimal 1x seminggu conversation practice (bisa lewat iTalki, Tandem, atau teman). Baru deh, kosakatamu nggak cuma nempel, tapi hidup.
Selamat belajar, dan jangan lupa: making mistakes is part of the journey. Bahkan kalau salah ucap “bathroom” jadi “boredom”, yang penting usaha. Kan?