Bayangkan ini: kamu baru beli course bahasa Inggris di Udemy dengan harga diskon 90%. Semangatnya berkobar-kobar, tapi begitu masuk ke video pertama… mentornya ngantuk, materinya ngalor-ngidul, suaranya kayak direkam pakai kentang. Uang sih cuma Rp 100 ribuan, tapi waktu dan semangat yang hilang? Itu yang nggak bisa dibalikin.
Aku pernah di sana. Pernah beli tiga course sekaligus cuma karena “limited offer”, eh yang kepake cuma satu. Tapi setelah nyoba-nyoba metode ini itu, aku akhirnya nemu pola buat milih mentor di Udemy yang nggak cuma bagus, tapi beneran cocok sama gaya belajarku. Dan sekarang, aku mau bagi-bagi rahasia itu biar kamu nggak jadi korban diskon palsu.
Mengapa Udemy Bisa Jadi Surga atau Neraka Belajar
Udemy itu kayak pasar raksasa. Ada 200.000+ course bahasa Inggris dari seluruh dunia. Harganya murah, sering diskon 70-90%, dan kamu bisa belajar kapan aja. Tapi justru karena terlalu banyak pilihan, kita jadi mudah tersesat.
Data dari eLearning Industry bilang, rata-rata completion rate untuk course online cuma 12-15%. Artinya, dari 100 orang yang beli, cuma 12-15 orang yang selesaikan. Sisanya? Buntung di tengah jalan. Bukan cuma karena males, tapi sering karena salah pilih course dari awal.

Yang bikin rumit: rating 4.5 bintang di Udemy nggak selalu jaminan kualitas. Banyak course yang ratingnya tinggi karena murah, bukan karena efektif. Makanya, kita perlu jadi detektif kecil sebelum klik tombol “Enroll Now”.
Kriteria Mentor yang Beneran Ngajari, Bukan Cuma Ngoceh
1. Cek “Preview” Video Seperti CSI
Jangan cuma baca deskripsi. Langsung tonton preview video gratis yang disediakan. Ini adalah golden ticket buat ngecek vibe mentor sebenarnya. Perhatikan:
- Intonasi suara: Apakah bersemangat atau kayak robot baca script?
- Kualitas audio: Jelas atau ada suara “hissing” annoying?
- Kecepatan ngomong: Terlalu cepat buat levelmu, atau pas?
- Gaya ngajarnya: Interaktif atau cuma monoton nunjukin slide?
Aku pernah nolak course rating 4.7 hanya karena mentornya di preview video kedodoran ngomongnya. Nggak worth it, meski isinya lengkap.
2. Lihat Kapan Terakhir Kali Di-Update
Course bahasa Inggris yang dibuat 2015 mungkin masih relevan untuk grammar, tapi bisa jadi sudah ketinggalan untuk bagian “business English” atau “digital communication”. Udemy nunjukin tanggal update terakhir di halaman course.
Targetkan course yang di-update dalam 1-2 tahun terakhir. Ini tandanya mentor masih peduli sama murid-murid barunya. Kalau udah 5 tahun nggak di-touch, besar kemungkinan mentornya juga nggak responsif di Q&A section.
3. Analisis Review dengan “Filter Skeptis”
Jangan puas sama bintang. Klik tab “Reviews”, lalu filter yang bintang 3-4. Review bintang 5 biasanya terlalu umum (“Great course!”). Review bintang 1-2 kadang emosional (“This is trash!”).
Tapi review bintang 3-4? Itu emas. Mereka biasanya nulis pro dan kontra secara spesifik kayak:
“Course ini bagus untuk listening, tapi speaking practice-nya kurang. Mentor jarang balas di Q&A.”
Dari situ kamu bisa ukur apakah kekurangannya adalah dealbreaker buatmu atau nggak.
4. Cek Jumlah Murid vs Jumlah Review
Course dengan 50.000 murid tapi cuma 200 review? Curiga. Bisa jadi murid-muridnya buntung di tengah dan nggak mau repot review. Rasio yang sehat: minimal 5-10% dari total murid yang nulis review.
Contoh konkret: course A punya 10.000 murid dan 800 review (8% ratio). Course B punya 50.000 murid dan 1.000 review (2% ratio). Course A biasanya lebih transparan kualitasnya.
Red Flag yang Wajib Di-Hard Pass
Nggak semua course yang murah itu jelek, tapi ada tanda-tanda jelas yang harus kamu hindari kayak matahari di jam 12 siang.

- “Fluent in 7 days!” Bahasa Inggris butuh waktu. Klaim hiperbolik kayak gini adalah tanda mentor nggak realistis.
- Deskripsi penuh emoji tapi nggak ada outline jelas. Kalau mentornya nggak bisa nulis deskripsi yang rapi, gimana dia bisa ngajar yang terstruktur?
- Hanya fokus pada “tips & tricks”, bukan fundamental. Course kayak gini kayak kursus cepat kaya: menggoda tapi nggak sustainable.
- Nama mentor anonim atau tanpa foto profil profesional. Ini 2024, kalau mentornya nggak mau nunjukin muka, kenapa kita harus percaya?
- Q&A section kosong atau penuh pertanyaan tak terjawab. Tanda mentornya nggak peduli sama komunitas.
Pernah aku beli course cuma Rp 89 ribu, tapi ternyata isinya cuma screen recording tanpa editing, suara mentornya kecil banget. Refund sih bisa, tapi repotnya minta ampun.
Strategi Belajar Biar Uang Nggak Sia-Sia
Pilih course yang bagus itu 50% perjuangan. 50% lagi adalah cara kamu belajar. Udemy bukan Netflix yang kamu play terus tidur. Ini taktik yang aku pakai buat mastiin tiap rupiah terbayar:
Buat “Learning Sprint” 7 Hari
Janjiin ke diri sendiri: 7 hari pertama adalah sprint. Tonton minimal 1 jam per hari. Kalau setelah 7 hari kamu nggak ngerasa “aha moment” atau malah makin bingung, langsung refund. Udemy punya kebijakan 30-day money back guarantee. Jangan malu-malu pakai fitur ini.
Manfaatkan “Download” Feature
Banyak course yang bisa di-download buat offline viewing. Download 2-3 video pertama, tonton di mana aja: di bus, di antrean dokter. Coba kamu pahami tanpa transcript. Kalau masih bisa ngikutin, artinya levelnya pas.
Libatkan Diri di Q&A Section
Tanya satu pertanyaan spesifik di Q&A dalam 3 hari pertama. Lihat seberapa cepat mentor (atah TAs) merespons. Kalau di-respons dalam 24 jam dengan jawaban helpful, itu nilai plus besar. Kalau nggak dibales sampe seminggu? Red flag besar.
Track Progress dengan Bullet Journal Sederhana
Bikin catatan di notes HP: setiap kali selesai satu section, tulis satu hal baru yang kamu pelajari. Contoh:
- Day 1: Beda antara “I wish” vs “I hope”
- Day 3: Intonasi di kalimat tanya naik di akhir
Kalau setelah 10 hari catatanmu masih kosong, ya jelas course-nya nggak nyambung sama kamu.
Perbandingan: Harga vs Value Sebenarnya
| Kisaran Harga | Apa yang Biasanya Didapat | Target Pembeli | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| Rp 89.000 – 150.000 | Basic grammar, vocabulary, mungkin audio quality pas-pasan | Pemula absolut yang cuma mau coba-coba | Cek preview MASAKIN. Kalau mentornya energik, worth it |
| Rp 150.000 – 300.000 | Struktur lengkap, PDF worksheet, update berkala | Serius belajar 3-6 bulan | Sweet spot. Biasanya mentor sudah established |
| Rp 300.000 – 500.000+ | Coaching personal, grup eksklusif, sertifikat | Profesional yang butuh hasil cepat | Pastikan ada live session atau minimal feedback personal |
Catatan penting: Harga asli Udemy itu inflated. Course Rp 500.000 biasanya selalu diskon jadi Rp 150.000. Jangan terkecoh sama “countdown timer” merah. Itu marketing tactic. Tunggu 2-3 hari, diskonnya pasti muncul lagi.
Kesimpulan: Jadilah Pembeli Cerdas, Bukan Kolektor Course
Udemy itu alat yang powerful kalau kamu tahu cara memilih. Tapi bisa jadi money pit kalau kamu impulsif. Ingat: lebih baik satu course yang kamu selesaikan, daripada lima course yang cuma jadi penghuni library.
Sebelum beli, jalankan checklist cepat ini:
- Preview video ditonton minimal 10 menit
- Review bintang 3-4 sudah dibaca 5 teratas
- Tanggal update terakhir cek di bawah 2 tahun
- Rasio murid-review diatas 5%
- Satu pertanyaan dummy sudah dipersiapkan buat Q&A
Belajar bahasa Inggris itu perjalanan marathon, bukan sprint. Course yang bagus adalah yang membuatmu mau lanjut lagi besok, bukan yang membuatmu ngerasa “duh, harusnya aku pilih yang lain”.
Yang paling mahal bukan harga course-nya, tapi waktu yang kamu sia-siakan dengan mentor yang nggak nyambung sama gaya belajarmu.
Jadi, siap jadi detektif kecil? Semoga kamu nemu mentor yang bikin semangat belajarmu nggak pernah padam. Dan kalau nggak cocok, jangan lupa: tombol refund itu ada untuk alasan. Happy hunting!